Pages

Test Footer 1

Jumat, 02 Agustus 2013

Di Negara Miskin, Akses Air dan Sabun Saja Bisa Dorong Pertumbuhan Anak

Berbicara soal pertumbuhan anak, hal pertama yang harus diprioritaskan tentunya adalah asupan gizi yang memadai. Tapi sebuah studi baru menemukan di sejumlah negara miskin, akses air bersih dan sabun saja sudah cukup mendorong pertumbuhan anak.


Tim peneliti dari London School of Hygiene and Tropical Medicine (LSHTM) menemukan adanya penambahan tinggi badan meskipun tidak begitu signifikan yaitu sebesar 0,5 cm pada anak-anak berusia di bawah lima tahun yang tinggal di rumah dengan sanitasi yang baik.

Hal ini didasarkan pada analisis terhadap 14 studi yang melibatkan sekitar 10.000 anak di sejumlah negara miskin yaitu Bangladesh, Ethiopia, Nigeria, Chile, Guatemala, Pakistan, Nepal, Afrika Selatan, Kenya dan Kamboja.

"Penyediaan air bersih, sanitasi dan higienitas atau kebersihan ternyata bisa menjadi cara efektif untuk mengurangi tingkat kematian akibat gejala-gejala seperti diare," tandas Dr. Alan Dangour, seorang pakar nutrisi kesehatan publik dari LSHTM seperti dilansir BBC, Kamis (1/8/2013).

Peneliti mengaku inilah pertama kalinya mereka menemukan bahwa akses air dan sanitasi yang lebih baik dapat memberikan dampak yang penting, walaupun kecil bagi pertumbuhan anak.

Bahkan Dr. Dangour mengungkapkan ada keterkaitan yang jelas antara kebiasaan seorang anak meminum air kotor dengan risiko terserang diare dan rendahnya tingkat pertumbuhan mereka, karena berbagai penyakit yang bertubi-tubi atau berulang kali menyerang anak itu dapat mengganggu proses pertumbuhannya kelak.

"Setengah centimeter memang tidak banyak tapi kami memperkirakan penambahan tinggi badan itu setara dengan penurunan tingkat kekerdilan hingga 15 persen, dan itu angka yang cukup signifikan," tutupnya.

Secara mengejutkan WHO melaporkan tingkat pertumbuhan yang rendah atau kuntet terjadi pada 165 juta anak di penjuru dunia dan meningkatkan risiko kematian serta menurunkan produktivitas ketika si anak beranjak dewasa.

Kurang gizi juga menyebabkan 3,1 juta kasus kematian setiap tahunnya, dan hampir separuh kasus tersebut terjadi pada anak-anak berusia di bawah lima tahun.(Detikhealth.com)

0 komentar:

Posting Komentar